Senin, 28 Mei 2012

Renungan...





Wahai diri,
Tundukkanlah hatimu selalu dihadapan-Nya, pasrahkan jiwamu selalu kepada-Nya, lihatlah dirimu yang lemah lagi hina itu, pandanglah jasadmu yang rapuh itu, lihatlah apa yang telah engkau usahakan untuk-Nya, dan renungkanlah olehmu untuk apa umurmu engkau habiskan selama ini..

Teruslah engkau bermuhasabah diri dan jangan pernah melewatkannya. Cobalah ambil cermin olehmu untuk melihat gambaran dirimu dan lihatlah dirimu yang berdiri disana.
Pandanglah dengan seksama semua bagian tubuhmu yang lemah dan fana itu.
Pandanglah ia dengan penuh kerendahan dirimu di hadapan-Nya.


Wahai diri,

Pandanglah kepalamu.
Apakah ia senantiasa engkau tundukkan dan sujudkan dengan penuh harap, takut dan penuh kehinaan di hadapan Rabb-mu, atau apakah ia masih tetap menengadah penuh keangkuhan, kecongkakan dan kesombongan kepada Rabbmu juga hamba-hamba-Nya, sehingga engkau pun semakin melampaui batas

Pandanglah matamu.
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk menatap keindahan, kekuasaan serta keagungan-Nya melalui Ayat-ayat-Nya juga ciptaan-Nya, atau apakah engkau gunakan matamu untuk memandang perkara yang dilarang-Nya juga berbagai bentuk kemaksiatan yang tampak dihadapanmu, sehingga membutakan matamu dari Kalamullah.

Pandanglah telingamu.
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk mendengarkan firman-firman-Nya, mendengarkan suara bacaan Al-Qur’an, tausiyyah dan seruan kebaikan lainnya, atau apakah ia masih engkau gunakan untuk mendengarkan suara-suara yang tiada berguna bagimu, sehingga iapun mengeraskan hati dan pikiranmu.

Pandanglah hidungmu.
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk mencium bumi Allah atau hamparan sajadah sebagai alas untuk shalat dan sujudmu, mencium orang tuamu, istrimu, suamimu dan anak-anak tercintamu serta mencium kepala anak-anak kaum papa yang kehilangan cinta dan kasih sayang kedua orang tuanya, atau apakah ia masih engkau gunakan untuk bermaksiat kepada-Nya, sehingga engkau pun tak akan mendaptkan harumnya bau surga.

Pandanglah mulutmu.
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk menyampaikan Ayat-ayat-Nya, menyebarkan ilmu-Nya, mengatakan kebenaran dan kebaikan, nasehat-nasehat yang bermanfaat dan menjaga diri dari keburukan lisannya, atau apakah ia masih engkau gunakan untuk mengatakan kata-kata yang tiada berguna, mencaci, memaki, ghibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta, sehingga Allah benci dan murka terhadap dirimu.

Pandanglah tanganmu.
Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk bersedekah, menolong orang yang kesusahan, membantu sesama yang kena musibah, menciptakan karya-karya yang berguna untuk umat, atau apakah ia masih engkau gunakan untuk mendzalimi orang lain, mencuri yang bukan menjadi hakmu, menganiaya saudaramu yang tak berdaya, sehingga engkau pun akan menjadi binasa karena tanganmu sendiri.
Pandanglah kakimu.

Apakah ia senantiasa engkau gunakan untuk melangkah ke tempat-tempat yang diridhai-Nya, tempat ibadah, tempat menuntut ilmu pengetahuan, tempat-tempat pengajian yang benar lagi lurus, atau apakah ia masih engkau gunakan untuk membawa dirimu ke lembah kemaksiatan, melangkahkan kakimu ke tempat yang dilarang-Nya, dan melangkahkan kakimu untuk melakukan kejahatan dan keresahan umat, sehingga engkau pun mendapatkan adzab dari-Nya.

Pandanglah dadamu.
Apakah di dalam dadamu tersimpan kelapangan dan kelembutan hati, keikhlasan dan kesabaran, rasa syukur dan tawadhu, juga keimanan dan ketauhidan yang benar, atau apakah engkau masih menyimpan dan membiarkan penyakit hatimu tumbuh subur, membiarkan hatimu gelap gulita, menggadaikan jiwamu untuk urusan dunia, mengotorinya dengan dosa dan permusuhan, sehingga hidupmu merasa hampa dan jiwamu menjadi teman syaitan laknatullah.

Mudah-mudahan tulisan pengingat ini selalu akan menjadi penggugah dan penyemangat untuk diriku dan juga saudaraku semuanya agar senantiasa mengkaji diri, bermuhassabah diri dan berusaha menjadi seorang hamba Allah yang senantiasa memperbaiki diri.

Ya Allah, Tunjukilah kami kejalan yang lurus.
Aamiin Allahumma Ya Allah Ya Rabbal 'Alamin.

Minggu, 27 Mei 2012

Ucapan Terima Kasih



Dalam sebuah hadits yang terdapat di dalam Kitab Sunan At-Tirmidzi, Rasulullah Saw. bersabda,” Barangsiapa yang diberikan suatu kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengucapkan jazakallaah khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) berarti dia telah sempurna dalam memuji.”

Masih di dalam kitab hadits yang sama, Rasulullah Saw. juga bersabda, ”Barangsiapa yang diberi pemberian maka hendaklah dia membalasnya dengan itu pula. Kalau tidak maka dengan memuji, sebab dengan memuji berarti telah berterimakasih dan siapa yang menyembunyikan (kebaikan orang padanya) berarti dia telah kufur nikmat.”

Selain itu, berterima kasih kepada sesama manusia merupakan salah satu bentuk syukur atas nikmat dari Allah Swt., sebagaimana terungkap dalam hadits dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda,”Tidak dinamakan bersyukur kepada Allah bagi siapa yang tidak berterimakasih kepada manusia.”



 Badan Keimaman Masjid Ash Shalihin Periode 2012-2017




Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh jamaah masjid Ash Shalihin Dendengan Dalam yang telah memberikan dukungan dan mempercayakan kepada kami kepengurusan Badan Ta’mirul dan Badan Keimaman masjid Ash Shalihin.

Dan tak lupa pula kami dari Badan Ta’mirul Masjid dan Badan Keimaman Masjid Ash Shalihin mengungucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pengurus Badan Ta’mirul Masjid yang lama atas kerja keras dan sumbangsihnya kepada masjid Ash Shalihin Dendengan Dalam yang telah memakmurkan masjid Ash Shalihin.


Namun, Masih butuh kerja keras dan kerja cerdas yang lebih agar tujuan-tujuan kegiatan Badan Ta’mirul Masjid dan Badan Keimaman Masjid Ash Shalihin yang akan datang dapat tercapai secara maksimal dan lebih baik pelaksanaannya dari tahun ini. Dan tentu saja, masih membutuhkan dukungan semua pihak yang terkait.

”Jazaakallaah Khairan, Terima kasih. Semoga Allah swt. meridhoi, memberkati dan membalas semua amal ibadah kita sekalian. Aamin”.